Umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang ditandai dengan datangnya 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Momen ini menjadi awal pergantian tahun bagi umat Muslim sekaligus waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan meningkatkan kualitas ibadah.
Kalender Hijriah sendiri menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menentukan berbagai ibadah, seperti puasa Ramadan, Hari Raya Idulfitri, hingga Iduladha. Berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari, kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai acuan perhitungan waktu.
Kapan 1 Muharram 1448 H?
Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dari tanggal 8 Juni 2026, peringatan Tahun Baru Islam tinggal menghitung beberapa hari lagi.
Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum bagi umat Muslim untuk membuka lembaran baru dengan memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki diri.
Apakah 1 Muharram 1448 H Libur Nasional?
Pemerintah telah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam sebagai hari libur nasional.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Meski demikian, peringatan Tahun Baru Islam tidak disertai cuti bersama, sehingga masyarakat hanya menikmati libur nasional pada tanggal tersebut.
Amalan yang Dianjurkan saat Tahun Baru Islam
Menyambut datangnya tahun baru Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bermuhasabah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
1. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
Umat Muslim dianjurkan memanjatkan doa akhir tahun sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan yang telah dilakukan, sekaligus membaca doa awal tahun untuk memohon perlindungan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.
2. Memperbanyak Dzikir dan Membaca Al-Qur’an
Memperbanyak dzikir serta tilawah Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, amalan ini juga menjadi sarana introspeksi diri agar lebih istiqamah dalam menjalankan ibadah.
3. Melaksanakan Salat Sunnah
Menghidupkan malam atau hari Tahun Baru Islam dengan salat sunnah juga menjadi amalan yang baik. Melalui ibadah tersebut, umat Muslim dapat memohon ampunan atas dosa-dosa yang lalu sekaligus berharap diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalani tahun yang baru.
Pergantian Tahun Baru Islam menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan hidup adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama, semoga tahun 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi seluruh umat Muslim.













