Red Hat Dorong Korporasi Wujudkan AI Skala Produksi di Tengah Tantangan Multi-Cloud

Alicha Arkadewi

Tech

Liputan6.com, Jakarta – Di tengah euforia kecerdasan buatan (AI) yang melanda berbagai sektor industri, Red Hat Indonesia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi korporasi saat ini bukanlah sekadar mengadopsi teknologi tersebut.

Melainkan bagaimana membawanya ke tahap operasional yang aman dan terukur.

Country Manager Red Hat Indonesia, Vony Tjiu, mengungkapkan bahwa berdasarkan riset IDC di Asia Tenggara, sebanyak 56 persen organisasi telah mengimplementasikan strategi digital-first.

Bahkan, 58 persen di antaranya berencana berinvestasi pada Generative AI (Gen AI) dalam 18 bulan ke depan.

Namun, Vony memberikan catatan kritis mengenai fenomena ini.

Saat ini semua orang ‘bertaruh’ pada AI.

Namun, tugas Red Hat adalah membantu pelanggan membawa AI yang tadinya hanya sekadar piloting atau coba-coba, menuju tahap produksi.

Bagaimana AI benar-benar bisa dioperasikan pada skala besar dan berjalan secara aman.

Vony menyampaikan hal tersebut di sela gelaran Red Hat Tech Day: Jakarta 2026, Kamis (30/4/2026).

Vony menyoroti bahwa peluang besar AI membawa konsekuensi berupa kompleksitas baru, terutama dalam pengelolaan multi-cloud.

Banyak organisasi menghadapi kesulitan saat ingin memindahkan aplikasi dari satu penyedia cloud ke penyedia lainnya.

Menurutnya, inovasi tidak boleh terhambat oleh keterikatan pada satu platform tertentu.

Red Hat memosisikan diri sebagai mitra esensial melalui filosofi open source yang telah menjadi fondasi bisnis mereka selama bertahun-tahun.

Vony menekankan bahwa nilai utama Red Hat terletak pada kombinasi antara inovasi komunitas dan kesiapan di level perusahaan.

Mengurusi platform itu susah, biar Red Hat saja yang menangani kompleksitasnya.

Red Hat ingin pelanggan fokus pada inovasi, membuat aplikasi, dan layanan baru.

Esensi dari peran Red Hat adalah integrasi, bagaimana menyatukan satu sistem dengan sistem lainnya secara mulus.

Menariknya, Vony menjelaskan bahwa strategi Red Hat bukan meminta pelanggan mengganti investasi IT yang sudah ada.

Sebaliknya, Red Hat hadir untuk membuat investasi tersebut menjadi lebih cerdas dengan menyuntikkan lapisan AI di atas ekosistem yang sudah berjalan.

Melalui platform seperti Red Hat OpenShift AI, perusahaan diberikan fleksibilitas penuh melalui prinsip Any Model, Any Accelerator, Any Cloud.

Artinya, pelanggan bebas menggunakan model AI apa pun, seperti Llama atau Mistral.

Mereka juga dapat menggunakan akselerator atau GPU dari vendor mana pun, termasuk Nvidia, Intel, AMD, hingga vendor lokal dari Korea Selatan dan China.

Platform ini juga memungkinkan AI dijalankan di lingkungan mana pun, baik on-premise, publik cloud, maupun edge.

Vony menegaskan bahwa perusahaan berlomba dengan waktu.

Jika sebuah proyek AI memakan waktu terlalu lama untuk masuk ke tahap produksi, bisa jadi saat diluncurkan teknologinya sudah usang.

Orang lain sudah sampai Bandung, sementara kita mungkin baru memanaskan mobil.

Kecepatan eksekusi adalah kunci di era ini.

Di akhir pemaparannya, Vony mengajak pelaku industri di Indonesia untuk mulai bergeser dari pola pikir cloud-first menuju cloud-smart.

Menurutnya, penggunaan cloud harus memberikan skala ekonomi yang nyata dan tidak hanya sekadar mengikuti tren.

Langkah ini penting demi mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diprediksi akan menguasai 40 persen pasar ASEAN pada tahun 2030.

Artikel Terkini

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini Daftar 9 Instansi yang Menerima Lulusan SMA/SMK

Alicha Arkadewi

Kabar baik bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan. Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan ...

Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern

Alicha Arkadewi

Bank Jakarta resmi menghadirkan New Look Branch pada Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kebayoran Park sebagai bagian dari transformasi perusahaan dalam ...

Wagub DKI, Rano Karno Apresiasi Bank Jakarta Dukung Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Dorong Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta

Alicha Arkadewi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengapresiasi langkah Bank Jakarta yang menjadi sponsor dalam penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin ...

PN Jakarta Selatan Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Penangkapan Dinyatakan Tak Sah

Alicha Arkadewi

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo. Dalam ...

Storytelling Competition Bank Jakarta Semarakkan PRJ 2026, Asah Kreativitas dan Kepercayaan Diri Anak

Alicha Arkadewi

Suasana Booth Bank Jakarta di Hall C1 Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, dipenuhi antusiasme peserta, orang tua, dan pengunjung saat ...

OJK Apresiasi Dukungan Bank Jakarta dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif DKI

Alicha Arkadewi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi komitmen dan kontribusi Bank Jakarta dalam mendukung pelaksanaan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Provinsi DKI ...

https://cuths.com/societies/big-band/ https://ceria158link.pages.dev/ https://cooleyscomfort.com/about-us/ https://cooleyscomfort.com/services/ https://cooleyscomfort.com/qualifications/ https://cooleyscomfort.com/mesa/ https://cooleyscomfort.com/reviews/ https://cooleyscomfort.com/join-our-team/ https://cooleyscomfort.com/special-offers/ https://cooleyscomfort.com/financing/ https://cooleyscomfort.com/memberships/ https://cooleyscomfort.com/videos/ https://cooleyscomfort.com/referral-program/ https://cooleyscomfort.com/contact-us/ https://cooleyscomfort.com/service-area/ https://parkridgepaintingservice.com/ https://anvatace.com/tong-quan-ve-doanh-nghiep/ https://anvatace.com/gioi-thieu-chung/ https://anvatace.com/shop/ https://anvatace.com/trang-chu/ https://anvatace.com/lien-he/ https://anvatace.com/gioi-thieu/