Di tengah gemerlap red carpet Golden Globes 2026, sejumlah selebriti menarik perhatian bukan hanya karena gaya busana mereka.
Mereka tampil dengan pin kecil berwarna hitam dan putih bertuliskan ‘BE GOOD’ yang ternyata menyimpan pesan protes politik yang mendalam.
Pin tersebut menjadi simbol kampanye diam-diam yang digagas oleh komunitas seniman dan aktivis sosial sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah AS terkait hak reproduksi, kebebasan berbicara, dan reformasi imigrasi.
Beberapa nama besar seperti Florence Pugh, Michael B. Jordan, dan America Ferrera terlihat kompak mengenakan pin tersebut saat melangkah di karpet merah.
Tidak ada pernyataan resmi dari para artis di atas panggung, namun kehadiran pin itu menjadi bahasa tersirat yang kuat dalam budaya populer tahun 2026.
Gerakan ini diyakini bermula dari diskusi tertutup antarseniman yang prihatin terhadap semakin memburuknya iklim demokrasi dan kebebasan sipil di Amerika Serikat.
Desainer pin ‘BE GOOD’ diketahui adalah seniman jalanan asal Los Angeles yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial, meski identitasnya sengaja dirahasiakan untuk alasan keamanan.
Banyak pengamat budaya menyebut aksi ini sebagai evolusi baru dari aktivisme selebriti, yang kini lebih halus namun tetap efektif dalam menyampaikan pesan.
Media sosial langsung ramai setelah siaran langsung acara dimulai, dengan tagar #BEGOOD mulai menanjak di platform seperti X dan TikTok.
Beberapa akun membagikan infografis tentang makna di balik pin tersebut, termasuk daftar kebijakan pemerintah yang diprotes secara implisit oleh para pemakainya.
Komite Penyelenggara Golden Globes tidak memberikan komentar resmi terkait fenomena ini, namun dikabarkan tidak menghalangi ekspresi pribadi selama tidak mengganggu jalannya acara.
Aksi kolektif ini mencerminkan bagaimana seniman tetap mencari celah untuk bersuara di tengah tekanan industri hiburan yang sering kali menghindari kontroversi politik.
Pin ‘BE GOOD’ sendiri kini mulai tersebar luas secara daring, dengan versi non-komersial dibagikan gratis oleh kelompok aktivis kepada masyarakat umum.
Banyak yang melihat gerakan ini sebagai respons budaya terhadap polarisasi politik yang semakin dalam menjelang pemilihan presiden AS 2026.
Hingga kini, tidak ada konfirmasi apakah aksi ini akan berlanjut di ajang penghargaan lain seperti Oscar atau Emmy, namun banyak pihak memperkirakan gelombang serupa akan muncul.













