Esports Nations Cup 2026 akan digelar perdana di Riyadh, Arab Saudi, pada periode 2 hingga 29 November 2026.
Ajang tersebut menjadi kompetisi esports berbasis tim nasional pertama yang melibatkan negara-negara dari seluruh dunia.
Sebanyak lebih dari 700 pelatih telah ditunjuk secara global oleh Esports Foundation untuk mempersiapkan tim masing-masing negara.
Pelatih-pelatih ini berasal dari lebih dari 100 negara dan wilayah, serta tergabung dalam lebih dari 90 organisasi esports terkemuka dunia.
Tugas utama para pelatih adalah memilih pemain, menyusun strategi, dan membentuk tim nasional yang siap bertanding di level internasional.
Mereka juga akan mewakili National Team Partners dalam proses pembinaan dan seleksi atlet menuju ENC 2026.
Semua proses seleksi dan penyusunan roster harus selesai paling lambat Mei 2026 sesuai tenggat yang ditetapkan Esports Foundation.
Indonesia turut ambil bagian dengan menunjuk enam pelatih resmi untuk mengomandani tim nasional di berbagai judul game utama.
Kenny “Xepher” Deo dipercaya sebagai pelatih Mobile Legends: Bang Bang, setelah sukses membawa Alter Ego ke grand final M7 World Championship.
Xepher mendapat sorotan luas karena kemampuannya meracik draft hero yang tak terduga dan mengalahkan tim kuat seperti Team Liquid PH dan Selangor Red Giants.
Untuk Valorant, Baskoro “roseaufy” Putra dari Boom Esports ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.
Glen “OmKurus” Pangalila, yang saat ini bekerja bersama OG Esports, akan melatih timnas di kategori Honor of Kings.
Di cabang PUBG Mobile, Deni “Defiand” Fianda dari VOIN Esports dipercaya sebagai pelatih tim nasional.
Ridho “RDKboss” Dwiki Sena dari Alter Ego akan mengambil peran serupa di kategori PUBG.
BecakMogok ditunjuk sebagai pelatih timnas League of Legends, menjadi bagian dari gelombang baru pelatih berbakat dari Asia Tenggara.
Untuk Dota 2, Yukathea “you_K” Widjaja, mantan pemain The Apes E-Sports, akan membawa pengalaman kompetitifnya ke ranah kepelatihan.
Penunjukan keenam pelatih ini merupakan langkah awal PB ESI dalam membangun Tim Nasional Esports Indonesia yang solid.
Ketua Harian PB ESI, Komisaris Jenderal Polisi (P.) Drs. Bambang Sunarwibowo, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa pelatih dipilih berdasarkan rekam jejak prestasi dan kemampuan strategis.
Ia menekankan pentingnya kepemimpinan teknis dan kapasitas membangun tim untuk bersaing di kancah global.
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, menyebut ENC 2026 sebagai wadah bagi pemain esports untuk mewakili negara mereka secara resmi.
Menurutnya, ajang ini dibangun dari fondasi pelatih dan pembina yang akan membentuk masa depan ekosistem esports dunia.
Format kompetisi ENC 2026 berbeda dari turnamen konvensional karena mengedepankan representasi negara, bukan klub.
Ini menjadi kesempatan besar bagi talenta lokal untuk naik ke panggung internasional melalui jalur pembinaan yang terstruktur.
Esports Nations Cup diharapkan dapat memperkuat identitas nasional dalam dunia esports dan membuka jalan bagi regenerasi atlet global.
Dengan penunjukan pelatih dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, persiapan menuju ENC 2026 kini telah memasuki fase krusial.
Perhatian publik mulai tertuju pada strategi dan komposisi tim yang akan dibentuk oleh para pelatih menjelang deadline Mei 2026.
Kehadiran nama-nama ternama seperti Xepher dan roseaufy menimbulkan ekspektasi tinggi dari komunitas esports Tanah Air.
Masyarakat menanti apakah strategi inovatif yang pernah ditampilkan di turnamen klub bisa direplikasi di level tim nasional.
Indonesia siap bersaing di tujuh judul game utama, termasuk MLBB, Valorant, Dota 2, dan PUBG Mobile.
Keikutsertaan Indonesia di berbagai kategori mencerminkan kedalaman talenta dan profesionalisme ekosistem esports nasional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan reputasi Indonesia di mata dunia melalui olahraga digital.













