JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memberikan santunan kepada 15 keluarga korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Ketua Baznas, Sodik Mudjahid, menyatakan bahwa setiap keluarga korban meninggal dunia menerima bantuan uang sebesar Rp3 juta.
Penyaluran santunan tersebut disampaikan langsung saat Sodik menghadiri prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada Selasa, 28 April 2026.
Selain santunan, Baznas menerjunkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu evakuasi para korban.
Tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) juga dikerahkan guna memberikan pertolongan medis awal sebelum korban dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Layanan kesehatan, mobil ambulans, serta logistik seperti makanan ringan dan air minum turut disediakan bagi para korban.
Sodik menjelaskan bahwa penanganan darurat merupakan bagian dari misi dan tugas utama Baznas.
Baznas memiliki unit khusus tanggap bencana yang secara otomatis aktif begitu terjadi peristiwa darurat.
Tahun ini, Baznas memperkuat kapasitasnya dengan menambah unit tanggap duafa untuk menjangkau kelompok rentan lebih luas.
Ia menegaskan bahwa respons cepat dilakukan sejak awal kejadian hingga proses penanganan selesai.
Bantuan tidak hanya diberikan kepada keluarga korban meninggal, tetapi juga kepada korban lain yang terdampak kecelakaan.
Baznas membuka peluang dukungan lanjutan, khususnya bagi anak-anak yatim yang memenuhi kriteria.
Program-program Baznas dapat disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, termasuk bantuan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Diantaranya adalah layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan perumahan, dan pendampingan usaha mikro.
Jika ditemukan korban yatim dengan kondisi rumah tidak layak huni, Baznas siap memberikan bantuan menyeluruh.
Sodik menekankan bahwa kehadiran tim Baznas di lokasi menunjukkan komitmen lembaga dalam penanganan pasca-bencana.
Sebelumnya, Baznas hanya memiliki unit tanggap bencana, namun kini telah diperluas cakupannya dengan keberadaan tim tanggap duafa.













