JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Beky Mardani kini dipercaya memegang amanah sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta untuk masa bakti 2025-2030.
Lahir pada 3 Juli 1965, Beky Mardani bukan sosok asing dalam dunia organisasi.
Perjalanan panjangnya sejak usia muda membawanya hingga ke posisi tertinggi di organisasi kemanusiaan terbesar di ibu kota.
Beky tumbuh dari latar belakang sederhana di kawasan Meruya, Jakarta Barat.
Ia menggambarkan dirinya sebagai anak petani yang jauh dari lingkungan elit atau berpengaruh.
Meski keluarganya tidak memiliki rekam jejak dalam organisasi, semangat sosial Beky mulai berkembang sejak masa remaja.
“Orang tua itu petani. Jadi di Meruya istilahnya anak petani. Karena kebetulan saya masuk UI waktu itu, ketemu senior-senior yang ngajak berorganisasi. Memang punya ketertarikan untuk bidang organisasi dan sosial,” ujar Beky kepada Poskota, Selasa, 28 April 2026.
Minatnya dalam aktivitas organisasi sudah terlihat sejak masih duduk di bangku SMA.
Saat itu ia aktif dalam Karang Taruna, wadah pemuda tingkat kelurahan yang fokus pada pemberdayaan sosial.
Ketika melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI), keterlibatannya dalam organisasi semakin meluas.
Ia terjun ke berbagai organisasi mahasiswa dan menjadi bagian dari gerakan kepemudaan yang peduli terhadap isu sosial dan budaya.
“Wah, dari zaman Karang Taruna, dari masih SMA,” ucap Beky menegaskan akar perjalanannya.
Selama masa kuliah, Beky aktif di senat mahasiswa serta organisasi kedaerahan.
Ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Betawi, Badan Musyawarah Betawi (Bamus Betawi), dan kemudian mendapat kepercayaan memimpin Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).
Jabatan Ketua LKB masih dipegangnya hingga tahun 2026.
“Kalau di organisasi, saya itu dari zaman mahasiswa sudah ikut berbagai organisasi. Dari senat sampai organisasi kedaerahan, di Mahasiswa Betawi, di Bamus, Ketua Lembaga Kebudayaan Betawi juga, Ketua LKB sekarang masih,” kata Beky.
Sebelum menjabat Ketua PMI DKI Jakarta, Beky telah memimpin PMI Kota Jakarta Barat sejak tahun 2022.
Kepemimpinannya di tingkat kota memberikan pengalaman langsung dalam penanganan darurat, donor darah, dan program kesehatan masyarakat.
Dari pencapaian tersebut, ia kemudian dipilih untuk memimpin PMI tingkat provinsi.
“Sebelum jadi Ketua DKI, saya Ketua Jakarta Barat. Ketua Jakarta Barat itu dari tahun 2022 sampai 2027 seharusnya. Nah, yang terakhir ya Ketua PMI dari tahun 2025 sampai 2030,” ucapnya.













