Lini produk Redmi dari Xiaomi dikabarkan sedang menyiapkan terobosan besar dalam industri smartphone.
Berdasarkan bocoran terbaru dari leaker ternama di Weibo, Digital Chat Station, Redmi tengah menguji coba tiga model ponsel baru.
Ketiga perangkat tersebut masing-masing akan dibekali baterai berkapasitas 10.000 mAh.
Langkah ini diprediksi bakal mengubah standar daya tahan baterai di segmen kelas menengah.
Kapasitas baterai sebesar itu menggunakan teknologi single-cell yang memungkinkan desain lebih efisien meski tetap tebal dan berat.
Penggunaan sel tunggal memungkinkan kapasitas sangat besar, namun bisa menghadapi kendala regulasi ketat di wilayah seperti Uni Eropa.
Untuk mengimbangi kapasitas jumbo tersebut, Redmi menyematkan pengisian daya cepat hingga 100 watt melalui kabel.
Teknologi pengisian cepat ini bertujuan menjaga waktu pengisian tetap efisien meskipun baterai sangat besar.
Bocoran menyebut bahwa kapasitas 10.000 mAh tidak hanya eksklusif untuk satu model saja.
Dua lini utama Redmi akan mendapatkan teknologi baterai ‘monster’ ini.
Seri Redmi Note menjadi salah satu lini yang akan membawa baterai 10.000 mAh.
Lini ini dikenal karena keseimbangan antara harga terjangkau dan spesifikasi kompetitif.
Seri Redmi K juga akan mendapatkan baterai besar tersebut.
Lini ini lebih fokus pada performa tinggi dan spesifikasi setara flagship.
Secara historis, seri Redmi Note di Tiongkok sering memiliki spesifikasi lebih unggul atau diluncurkan lebih awal daripada versi internasionalnya.
Sementara itu, seri Redmi K umumnya eksklusif untuk pasar domestik Tiongkok.
Namun ada potensi bagi konsumen global untuk tetap bisa menikmati perangkat dengan spesifikasi serupa.
Beberapa model dari seri Redmi K kerap dirilis ulang untuk pasar internasional dengan merek Poco.
Fakta ini membuka kemungkinan bahwa setidaknya satu atau dua ponsel Poco dengan baterai 10.000 mAh akan hadir di pasar Asia dalam beberapa bulan mendatang.
Hingga kini, baik Xiaomi maupun Redmi belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal peluncuran atau rincian spesifikasi lengkap ketiga perangkat tersebut.
Jika rumor ini terbukti akurat, Redmi akan menjadi pelopor dalam membawa kapasitas baterai setara power bank ke ponsel arus utama.
Inovasi ini berpotensi menarik minat pengguna yang membutuhkan daya tahan ekstra tanpa sering mengisi ulang.
Pasar kelas menengah bisa menjadi lebih dinamis dengan adanya standar baru dalam hal daya tahan baterai.
Teknologi baterai besar juga menuntut optimasi sistem manajemen daya agar tidak cepat panas dan tetap aman digunakan.
Meski belum ada tanggal rilis pasti, perkembangan ini menjadi sorotan utama menjelang paruh kedua 2026.













